Normal Rate RMB : 2341 (0-15.000 RMB) | Best Rate RMB : 2338 (>15.000 RMB) | Negotiable Rate : Contact Us | Fee Transfer 125 RMB | Garansi T/T by Wire Resmi

Riset Produk Laris di Pasar Lokal & Optimalisasi Logistik untuk Profit Maksimal

Thumbnail artikelArtboard 3

Melakukan penelitian tentang produk bukan hanya mengidentifikasi apa yang sedang populer di media sosial. Di pasar setempat, tantangan yang dihadapi adalah memahami perilaku konsumen yang unik, sistem logistik, hingga perubahan tren budaya yang terjadi di daerah Anda.

Karena di zaman perdagangan online yang semakin penuh persaingan, kesuksesan sebuah perusahaan tidak hanya ditentukan oleh apa yang di tawarkan, tetapi juga seberapa baik Anda memahami kebutuhan konsumen dan seberapa efektif Anda mengelola pengeluaran operasional.

Banyak pengusaha pemula terperangkap pada produk yang mereka suka, daripada yang diperlukan. Topik berikut menjelaskan metode penilian untuk produk yang sangat diminati di pasar lokal dengan penekanan pada efisensi pengiriman.

1. Menentukan Tren dan Kebutuhan di Pasar Lokal

a. Memahami Fondasi Produk Lokal

Sebelum kita membahas hal-hal teknis, penting untuk menyadari bahwa pasar lokal memiliki ciri khas tersendiri. Berbeda dengan pasar internasional yang cenderung seragam akibat pengaruh dari platform besar, pasar lokal sangat dipengaruhi oleh:

  • Aksesibilitas, seberapa mudah produk serupa bisa ditemukan ditoko-toko secara langsung
  • Cultural, dengan norma-norma lokal, keyakinan dan kebiasaan
  • Logistik, biaya pengiriman sering kali menjadi faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian

Penelitian produk yang berhasil dimulai dengan menemukan kesesuaian antara apa yang diinginkan konsumen (permintaan) dan apa yang belum terpenuhi dengan baik (kekurangan pasokan).

b. Pengamatan dan Mengetahui Masalah

Produk yang paling baik adalah sebuah solusi. Jangan mulai dengan berpikir tentang apa yang ingin saya tawarkan, tetapi mulailah dengan “masalah apa yang dihadapi oleh tetangga.

Strategi The Complaint Mining

Perhatikan protes dan keluhan di kolom komentar media sosial, grup komunitas di Facebook setempat, atau ulasan di Google Maps yang terkait dengan pesaing.

Dengan tip manfaatkan fitur pencarian katak Kunci di Twitter (X) atau TikTok dengan frasa tertentu seperti susah menemukan, saran toko, atau ingin membeli tapi.

c. Menggunakan Data Digitali untuk Validasi

Setelah memiliki ide dasar, penting untuk memastikannya dengan data dan jangan mengandalkan firasat. Langkah pertama bukanlah mencari barang itu sendiri, tetapi lebih pada mengidentifikasi masalah atau kebutuhan konsumen. Produk yang berhasil di pasaran adalah yang mampu memberikan solusi atau sejalan dengan tren haya hidup yang sedang berkembang.

Memanfaatkan Data digital, dunia digital menawarkan jejak yang sangat jelas mengenai perilaku konsumen. Seperti berikut:

  • Google Trends, perhatikan angka pencarian untuk kata kunci tertentu dalam satu tahun terakhir. Jangan pilih produk yang menunjukkan penurunan tajam dalam tren seperti produk musiman yang telah lewat dan cek grafik yang menunjukkan tren yang stabil atau meningkat, dan hindari yang bersifat musiman kecuali Anda siap menghadapi risiko kelebihan stok.
  • Marketplace Analytics, teliti fitur produk paling laris di platform seperti Shopee, Tokopedia, atau Amazon. Amati jumlah unit terjual per bulan. Jika suatu produk terjual ribuan unit secara rutin, maka itu menandakan adanya permintaan yang stabil.
  • Media  Sosial (Tiktok dan Instagram), ikuti hashtag seperti #TikTokMadeMeBuyIt. Banyak tren dari luar negeri seperti dari China atau AS yang biasanya masuk ke pasar lokal dalam waktu yang singkat.

d. Mengukur Profitabilitas dan Keberlanjutan

Tingginya permintaan tidak selalu menunjukkan tingginya keuntungan. Anda perlu menganalisis Unit Ekonomi.

Rumus sederhana :

Margin = Harga Jual – (HPP + Biaya Operasional + Biaya Marketing)

Jika setelah melakukan perhitungan, margin Anda terlalu kecil (di bawah 15-20% untuk ritel), Anda mungkin perlu mencari pemasok yang lebih bersaing atau memperbaiki nilai proposisi agar Anda bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi.

Ciri-ciri barang dengan permintaan tinggi yang berkualitas:

  • Pemesan ulang yang tinggi, barang sekali pakai (produk perawatan kulit, makanan, barang kebutuhan rumah).
  • Kebutuhan versus harapan, produk yang memenuhi kebutuhan sehari-hari umumnya lebih konsisten dibandingkan dengan barang yang bersifat hobi.
  • Risiko retur yang rendah, barang yang memiliki ukuran standar dan tidak rentan rusak saat proses pengiriman.

e. Uji Coba Pasar MVP (Minimum Viable Product)

Hindari langsung membeli barang dalam jumlah besar. Terapkan cara Lean Start-up:

  • Pre-Order, manfaatkan sistem pre-order untuk mengukur yang sebenarnya tanpa khawatir akan penumpukan stok.
  • Ads Testing, luncurkan iklan di Facebook/Instagram dengan biaya kecil
  • Pop-up Booth, jika sasaran Anda adalah pasar lokal secara langsung, coba jualan di pasar sementara atau acara komunitas untuk mendapatkan masukan langsung.

Riset produk merupakan suatu proses yang terus-menerus. Produk yang laris saat ini belum tentu masih diminati di tahun depan. Kunci utamanya adalah memahami konsumen dan kemampuan menganalisis data dengan baik. Dengan memanfaatkan pengamatan langsung, informasi dari pasar, dan percobaan dalam skala kecil, Anda dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kegagalan.

Riset ini hanya merupakan langkah awal. Pelaksanaan dalam hal kualitas layanan dan kecepatan penyesuaian akan menentukan apakah produk Anda hanya akan menjadi tren sementara atau bisa menjadi pemimpin di pasar lokal.

2. Aspek Ukuran dan Berat

Melakukan penelitian tentang produk yang diimpor bukan hanya sebatas mencari barang yang populer di media sosial atau yang harganya murah dari negara asal (seperti China melalui Alibaba atau 1688). Bagi para importir, baik yang baru memulai maupun yang sudah berpengalaman, salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan finansial adalah aspek logistik.

Di sini, faktor ukuran (dimensi) dan berat sangat penting. Mengabaikan kedua elemen ini dapat menyebabkan keuntungan Anda terkuras hanya untuk membayar biaya pengiriman dan pajak.

Berikut adalah panduan menyeluruh tentang cara melakukan penelitian produk impor dengan penekanan pada optimalisasi fisik barang.

a. Mengapa Ukuran dan Berat Menjadi Faktor Kritis dalam Impor?

Sebelum membahas langkah-langkah teknis, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan biaya mendarat (landed cost). Biaya ini meliputi harga produk, asuransi, pajak, dan yang paling bervariasi biaya pengiriman.

Di sektor impor, biaya pengiriman sering kali menjadi faktor kunci yang mempengaruhi sejauh mana harga jual Anda bisa bersaing. Di titik ini, banyak orang yang baru memulai sering kali terjebak karena mereka hanya fokus pada harga barang tanpa mempertimbangkan biaya pengirimannya.

Perbandingan Berat dan Volume

Dalam bidang logistik internasional, terdapat istilah Volume Metric Weight. Perusahaan penerbangan atau pengiriman kargo tidak hanya mempertimbangkan berat fisiknya (kg), tetapi juga seberapa banyak ruang yang digunakan oleh barang tersebut.

  • Berat Aktual, Berat yang ditunjukkan pada timbangan.
  • Berat Dimensi (Volumetrik), Dihitung dengan rumus (Panjang x Lebar x Tinggi)

Apabila Anda mengimpor bantal yang beratnya 1 kg tetapi memiliki ukuran besar, Anda akan dikenakan biaya berdasarkan volumenya, yang bisa setara dengan 5 kg. Ini adalah jebakan pertama bagi para importir yang kurang melakukan riset.

  • Memahami berat volumetrik

Perusahaan logistik (freight forwarder) akan mengenakan biaya berdasarkan berat yang lebih tinggi antara berat sebenarnya (yang ditimbang) dan berat volumetrik (berdasarkan dimensi).

Strategi, temukan barang yang kecil namun bernilai tinggi (nilai tinggi volume rendah). Hindari barang yang ringan namun memerlukan ruang yang luas, karena Anda akan mengeluarkan biaya kirim yang tidak perlu.

  • Efisiensi penggunaan ruang dalam kontainer

Apabila Anda melakukan impor melalui jalur laut (LCL/FCL), perhitungan dihitung berdasarkan CBM (Cubic Meter). Pastikan bahwa kemasan barang disiapkan untuk dapat ditumpuk (stackable) agar tidak ada sisa ruang yang banyak.

b. Tahap Penelitian Mengelompokkan Produk Berdasarkan Ciri-Ciri Fisik

Pada penelitian awal, Anda harus membagi produk menjadi tiga kelompok utama guna menganalisis efektivitasnya:

  • Produk “High Value, Low Weight” (Ideal)

Ini adalah “Holy Grail” di dunia impor. Barang-barang yang berukuran kecil dan ringan tetapi memiliki nilai jual yang tinggi.

Contoh, bagian elektronik, aksesoris, jam tangan

Keunggulan, ongkos pengiriman sangat rendah bila dibandingkan dengan harga jual. Anda dapat memanfaatkan pengiriman udara (Air Freight) yang cepat tanpa mengurangi margin secara drastis.

  • Produk “Bulky but Light” (Berisiko)

Produk yang besar namun tidak memiliki berat yang berlebih atau ringan saja.

Contoh, helm, boneka jumbo, keranjang dari plastik, bunga artifisial.

Risiko, biaya pengiriman sering kali melebihi harga barang itu sendiri. Penelitian untuk produk ini penting untuk memasukkan pengiriman laut (Sea Freight) dengan metode LCL (Less Container Load).

  • Produk “Small but Heavy” (Menantang)

Produk yang kecil tetapi memiliki berat yang sangat berat.

Contoh, dumbbell custom, komponen mesin baja

Risiko, walaupun ukurannya tidak besar, beratnya akan meningkatkan biaya pengiriman udara secara signifikan.

c. Strategi Penghematan Ukuran dan Berat untuk Meningkatkan Profit

Apabila Anda telah menemukan produk yang tepat tetapi menghadapi masalah dengan ukuran atau berat, terapkan langkah-langkah berikut:

  • Desain Kemasan “Knock-Down”

Pilihlah produk yang dapat dirakit dan dibongkar. Dengan mengirim produk dalam kondisi belum dirakit, Anda dapat mengurangi volume hingga 70%.

  • Nesting (Menumpuk)

Jika produk Anda berbentuk mangkuk atau kursi, pastikan produk tersebut dapat disusun satu sama lain (stackable). Ini akan secara signifikan mengurangi total CBM dalam kontainer.

  • Vacuum Packaging

Untuk produk tekstil seperti jaket musim dingin atau bantal, pastikan pemasok menggunakan teknologi pengemasan vakum. Ukuran produk bisa berkurang hingga 50-80%, yang berarti penghematan biaya logistik yang besar.

d. Memperhatikan Infrastruktur Lokal dan Pengiriman Dalam Negeri

Penelitian Anda seharusnya tidak hanya berfokus pada pelabuhan. Anda juga perlu memikirkan bagaimana barang tersebut tiba di gudang Anda atau sampai ke konsumen.

  • Biaya Penanganan, barang yang sangat berat (lebih dari 50 kg per unit) biasanya memerlukan peralatan berat, seperti forklift, atau adanya biaya tambahan untuk tenaga kerja saat proses muat dan bongkar.
  • Pengiriman Jarak Dekat, di Indonesia, layanan kurir dalam negeri memiliki batasan terkait berat dan ukuran. Jika produk yang Anda miliki terlalu besar, Anda mungkin akan mengalami kesulitan saat menggunakan jasa pengiriman biasa dan terpaksa memilih kargo darat yang lebih lambat.

Dengan menganalisis faktor ukuran dan bobot secara menyeluruh, Anda tidak hanya berperan sebagai pedagang yang cerdas dalam mengidentifikasi tren, tetapi juga sebagai pebisnis yang kokoh dalam mengelola efisiensi operasional.

3. Ketahanan barang dan efisiensi biaya pengiriman

Dalam dunia perdagangan global, biaya logistik sering kali menjadi bagian terbesar dalam pengeluaran setelah biaya produksi. Banyak importir baru fokus hanya pada menemukan barang dengan harga serendah mungkin, tanpa mempertimbangkan faktor ketahanan dan ukuran produk. Hal ini menyebabkan keuntungan mereka menurun akibat tingginya tingkat kerusakan selama pengiriman atau biaya pengiriman yang meningkat karena kemasan yang berat.

Bagaimana cara melakukan penelitian terhadap produk impor yang tidak hanya diminati oleh pasar, tetapi juga memiliki ketahanan fisik yang baik untuk meminimalisir biaya pengiriman hingga level terendah.

a. Memahami Hubungan Antara Daya Tahan dan Pengeluaran Logistik

Sebelum kita membahas teknis penelitian, penting untuk memahami alasan mengapa ketahanan produk sangat penting untuk efisiensi biaya:

  • Pengurangan Biaya Kemasan, Produk yang mudah rusak memerlukan pelindung tambahan seperti bubble wrap berlapis, palet kayu, atau pelindung sudut. Semua ini menambah berat total dan volume. Produk yang lebih kokoh dapat menggunakan kemasan yang lebih sederhana.
  • Menghindari Kerugian Pengembalian, Biaya untuk mengirim kembali barang yang rusak ke negara asal (contoh: dari China ke Indonesia) sering kali lebih tinggi dibandingkan dengan harga barang itu sendiri.
  • Optimalisasi Ruang Kontainer, Produk yang tahan banting biasanya dapat ditumpuk tanpa kemungkinan penyok, yang memungkinkan Anda memanfaatkan setiap inci ruang di dalam kontainer, baik LCL maupun FCL.

b. Riset Produk Tahan Lama

Ketahanan bukan hanya berkaitan dengan kualitas saat digunakan, tetapi juga ketahanan selama menempuh perjalanan ribuan kilometer.

  •  Penentuan Bahan Produk

Langkah pertama adalah menyaring berdasarkan bahan utama. Saat melakukan penelitian di situs seperti Alibaba atau 1688, utamakan produk yang menggunakan bahan berikut:

  1. Polietilena Densitas Tinggi (HDPE) atau Plastik ABS, Lebih tahan terhadap pecahan dibanding plastik biasa.
  2. Baja Tahan Karat 304/316, Tahan terhadap karat dan benturan, serta ideal untuk alat rumah tangga atau industri.
  3. Paduan Aluminium, Ringan (mengurangi biaya pengiriman) tetapi memiliki ketahanan struktural yang baik.
  4. Silikon Food Grade, Fleksibel, tidak mudah pecah, dan dapat dikompres (menghemat ruang).
  • Riset Produk Tahan Lama

Cari produk yang memiliki fitur yang dapat dilipat atau dapat dibongkar pasang. Produk yang kokoh dan tidak dapat diurai akan membutuhkan banyak ruang.

c. Taktik Negosiasi Kemasan dengan Supplier

Setelah menemukan produk yang awet, penghematan pada biaya pengiriman dapat ditingkatkan dengan cara mengoptimalkan kemasan. Bicarakan hal ini dengan pabrik:

  • Kemasan Retail vs Kemasan Curah, Jika Anda berencana untuk menjual kembali dengan merek baru, mintalah agar barang dikirim dalam kemasan curah dengan perlindungan minimal yang tetap aman, dan kemudian siapkan kemasan retail di negara tujuan.
  • Ukuran Kotak yang Disesuaikan, Minta pemasok untuk meminimalkan ruang kosong dalam karton. Ruang yang tidak terpakai menyebabkan biaya tambahan yang tidak perlu.

Kaitan ketahanan  dengan pengembalian Produk impor dengan ketahanan rendah cenderung memicu peningkatan pengembalian barang. Dalam dunia impor, mengembalikan barang ke negara asal hampir tidak mungkin dilakukan karena biaya pengiriman kembali yang tinggi. Oleh karena itu, pilihlah produk yang memiliki tingkat kerusakan di bawah 1%.

Dengan mengutamakan penelitian mengenai ketahanan, Anda tidak hanya mengurangi pengeluaran pengiriman, tetapi juga memperkuat citra toko yang dapat dipercaya karena jarang mengirim produk yang cacat kepada pelanggan.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email